NEW KOMUNITAS JATRA

Alternative Education For Future (http://csdude.com)

Kompor Berbahan Bakar Biji Jarak.

By admin • Aug 12th, 2008 • Category: Ruang Pengetahuan

pasfmpati.com Kompor berbahan bakar biji jarak,  temuan atau rekayasa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, sudah banyak ditemui di Bandung dan Nusa Tenggara Barat.  Belum lama ini,  Kantor Penelitian dan Pengembangan Kanlitbang Kabupaten Pati, memodifikasi kompor temuan  Universitas Brawijaya Malang itu, untuk menghasilkan nyata yang lebih sempurna.

Belum lama ini,   Kantor Penelitian dan Pengembangan Kanlitbang Kabupaten Pati memodifikasi, kompor berbahan bakar biji jarak temuan Insiyur Eko Widaryanto MS,  Dosesn Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

Langkah memodifikasi kompor berbahan bakar biji jarak itu, karena masih ada yang kurang dalam pembuatannya.  Selain nyala apinya kurang sempurna, juga penutup untuk memadamkan api, tidak maksimal.  

Kepala Kanlitbang Pati, Mochtar Effendi kepada reporter PASFM Pati mengatakan, setelah dilakukan modifikasi dengan ukuran yang lebih pendek, dan sarangan api dibentuk kerucut, hasil nyala yang didapat lebih sempurna. Yakni lebih biru dan lebih panas.   Dan untuk memadamkan api, setelah selesai digunakan, juga lebih cepat, kompor aslinya. Yaitu hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 detik.  “Ya sebagai kompor alternatif lah,  bahan bakarnya bukan dari minyak, tetapi dari nabati (biji jarak).  Dan kami terpanggilah sebagai Tugas Pokok dan Fungsinya, untuk mengembangkan teknologi yang tepat guna, khususnya  dengan potensi lokal yang ada. Kalau melihat kompor hasil temuan masih ketinggian,  jadi kurang panas, sehingga kita modifikasi, dan hasilnya lebih sempurna”, jelas Kepala Kanlitbang.

Meski masih perlu pancingan sedikit minyak tanah, atau secarik kertas, untuk menyalakan  biji jaraknya, tetapi  kompor  berbahan bakar biji jarak ini,  mampu mendidihkan 1 liter air dalam waktu 11 menit.

Penggunakan biji jaraknya juga terbilang efisien,  1 ons biji jarak, dapat menyalakan api selama 30 menit. Dan untuk mendapatkan nyala api yang biru, tutur Kepala Kanlitbang Pati, Mochtar Effendi, bergantung dari kadar air biji jarak. Sedang biji yang tanpa dikupas akan menghasilkan api yang kurang bagus, atau lebih merah, dan menimbulkan jelaga. Selain itu, tutur Mochtar Effendi,  pemasangan sarangan, yang harus persis, tanpa ada kebocoran udara.  “Kami juga sudah menghitung ini  setelah mengujicoba.  Dari 1 kg biji jarak ya,  kita asumsikan Rp. 1.000,  kalau dikupas mendapatkan berat 7 ons bijinya.   Setiap 1 Onsnya itu,  dapat  menyala selama 30 menit.  Jadi kalau 7 ons ya dapat menyala selama 3,5 jam, untuk Rp. 1.000”, tutur Mochtar Effendi.

Kepala Kanlitbang, Mochtar Effendi mengakui,  untuk memperkenalkan dan mengubah kebiasaan masyarakat, untuk mengunakan kompor berbahan bakar biji jarak ini, masih susah. Karena masyarakat sekarang sudah terbiasa dengan kompor yang lebih praktis, walau harganya mahal. Apalagi masih harus bersusah – susah mengupas dan menjemur biji jarak.

Dan penggunaan kompor biji jarak ini, lebih cocok  bagi penduduknya masih mempunyai lahan yang luas, atau memiliki tanaman jarak dihalaman rumahnya. Sehingga tidak usah membeli, cukup memanen dari pekarangan rumah sendiri.


View this Post in: English Chinese(S) Chinese(T) French Arabic Bulgarian Croatian Czech Danish Dutch Finnish German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish

Share This Post
RAINBOW WEBHOSTING GRATIS

admin is Alternative Education For Future
Email this author | All posts by admin

Leave a Reply